Pembelajaran seni rupa di kelas II Sekolah Dasar dapat berlangsung secara lebih bermakna apabila peserta didik dilibatkan secara aktif dalam proses berkarya. Salah satu kegiatan yang diterapkan di SDN 2 Candi adalah membuat kolase gambar domba dengan memanfaatkan kapas sebagai bahan utama. Dalam pelaksanaannya, peserta didik diminta membawa pensil warna, kapas, dan lem sebagai perlengkapan belajar. Guru kemudian membagikan LKPD bergambar domba sebagai media pembelajaran yang akan dikerjakan bersama.

Kegiatan diawali dengan mewarnai bagian kepala, kaki, dan latar belakang gambar sesuai dengan kreativitas masing-masing peserta didik. Setelah itu, perhatian difokuskan pada bagian badan domba yang telah disediakan pada lembar kerja. Pada bagian tersebut, peserta didik menggulung kapas menjadi bulatan-bulatan kecil hingga menyerupai tekstur bulu domba, kemudian menempelkannya secara rapi menggunakan lem. Rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna karena melatih kesabaran, ketelitian, serta ketekunan peserta didik dalam menyelesaikan tugas.
Kegiatan kolase ini selaras dengan pendekatan konstruktivisme sebagaimana dikemukakan oleh Jean Piaget, yang menegaskan bahwa anak membangun pengetahuannya melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan. Pada tahap operasional konkret, peserta didik kelas 2 lebih mudah memahami konsep melalui aktivitas nyata. Melalui kegiatan menggulung dan menempel kapas, mereka mengonstruksi pemahaman tentang teknik kolase secara langsung, bukan hanya melalui penjelasan lisan.
Selain itu, pembelajaran ini juga sesuai dengan konsep experiential learning yang dikembangkan oleh David Kolb. Proses belajar terjadi melalui pengalaman konkret saat peserta didik membuat kolase, kemudian mengamati hasil karya, memahami teknik yang digunakan, serta melakukan penyesuaian agar hasilnya lebih rapi dan menarik. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menekankan pentingnya proses belajar yang aktif dan reflektif.
Melalui kegiatan kolase domba dari kapas ini, peserta didik di SDN 2 Candi tidak hanya memperoleh keterampilan seni rupa, tetapi juga mengembangkan kemampuan motorik halus, kreativitas, konsentrasi, serta rasa percaya diri terhadap hasil karya sendiri. Pembelajaran menjadi lebih efektif karena disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik dan dilaksanakan melalui pengalaman langsung yang bermakna.
Selain itu, kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga peserta didik menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Keterlibatan aktif dalam mewarnai, menggulung, dan menempel kapas membuat mereka merasa senang dan termotivasi untuk menyelesaikan tugas dengan hasil yang terbaik.
Semangat bu Mala,..
BalasHapus